TANJUNG SELOR, Beritabenua.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam hal ini diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan, Dr. Tomy Labo, S.E., M.Si., menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kaltara.
Rapat Pleno tersebut diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara di Media Center Husni Kamil Manik Kantor KPU Provinsi Kaltara, Senin (6/7). Pemprov Kaltara turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kualitas demokrasi serta mewujudkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkualitas.
OKP MPI Sulsel Minta Rutan Makassar Periksa Dua Warga Binaan Terkait Dugaan Pengendalian Narkotika
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
Sentra Karbon Kehutanan Resmi Diluncurkan, Kaltara Ikut Dukung Ekonomi Hijau
Xiao huli • 2 hari lalu
Berita Terkini
Mewakili Gubernur Kaltara, Tomy menuturkan pentingnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dapat meminimalkan berbagai persoalan, seperti data pemilih ganda, pemilih meninggal dunia namun masih tercatat, perubahan status kependudukan, maupun warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi belum terdaftar.
“Pemprov Kaltara memberi apresiasi kepada KPU Provinsi Kaltara, beserta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga kualitas data pemilih,” tuturnya.
Belajar dari Mojokerto, Sekprov Ingin Pariwisata Kaltara Jadi Mesin Baru PAD
Xiao huli • 2 hari lalu
Berita Terkini
Soroti Beban Belanja Pegawai APBD Sinjai 2026, Mahasiswa Endus Dugaan Maladministrasi dan Potensi Korupsi
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Sinergi lintas sektoral ini sangat diperlukan, mengingat Provinsi Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik wilayah yang beragam, kondisi geografis yang menantang, serta mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
“Pengalaman saya pada tahun 1999 selaku ketua penyelenggara PPK (Panitia Pemilih Kecamatan, red) di Kecamatan Mentarang. Dulu mendata pemilih di Desa Long Pada yang jauh di pedalaman, kami membawa 2 kotak suara serta membuat TPS Mobile mendatangi pemilih yang ada di dalam hutan,” imbuhnya.
Harapannya, kedepan tantangan serupa tak menjadi halangan untuk berani mengambil langkah konkret. Terlebih saat ini kemajuan teknologi informasi sudah sangat memudahkan guna menjangkau kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Bumi Benuanta.
Serta Tomy mengajak seluruh elemen terkait untuk terus memperkuat koordinasi maupun data antar instansi secara berkala, dan mengoptimalkan pemanfaatan data kependudukan sebagai basis pemilih.
“Selain itu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan perubahan data kependudukan ini penting, seperti saya yang harus pulang ke Malinau karena KTP saya terdaftar di Kecamatan Mentarang,” imbuhnya.
Adapun dalam rapat tersebut, KPU Provinsi Kaltara menetapkan hasil Rekapitulasi PDPB tingkat Provinsi Kaltara dengan total pemilih 546.534 yang terinci dalam 5 kabupaten/kota, 55 kecamatan, 482 kelurahan/desa, 284.242 laki-laki, dan perempuan 262.292. (dkisp)





