Saat Padaw Tuju Dulung Berlayar, Semangat Budaya Kaltara Ikut Mengarungi Laut

BeritaBenua.com —
Xiao huli Penulis
Gambar Sampul

TARAKAN, Beritabenua.com - Deru ombak Pantai Amal Lama berpadu dengan sorak ribuan warga yang memadati bibir pantai. Di tengah semarak Festival Iraw Tengkayu XV, sebuah perahu adat berhiaskan warna kuning, hijau, dan merah perlahan bergerak menuju laut lepas. Bagi masyarakat Tidung, inilah momen paling sakral, Pelarungan Padaw Tuju Dulung, tradisi turun-temurun yang sarat makna syukur dan penghormatan kepada leluhur. Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., hadir menyaksikan langsung prosesi yang menjadi puncak Festival Iraw Tengkayu XV di Pantai Amal Lama, Minggu (5/7). Menurut Sanusi, pelarungan Padaw Tuju Dulung bukan sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang telah memberikan kehidupan dari generasi ke generasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat Suku Tidung yang tetap menjaga tradisi ini hingga kini. “Iraw Tengkayu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dalam kategori ritus budaya, sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sanusi. Sanusi menilai generasi muda memiliki peran penting agar tradisi tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Dengan memanfaatkan teknologi, seni dan media digital, budaya lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. "Generasi muda dapat menghadirkan Iraw Tengkayu dalam berbagai karya kreatif sehingga tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal," ujarnya. Ia optimistis, jika dikelola secara profesional, Festival Iraw Tengkayu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tidung, tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat citra Kaltara. Saat Padaw Tuju Dulung akhirnya menghilang di balik ombak, yang tersisa bukan hanya jejak sebuah perahu di lautan. Lebih dari itu, tersimpan harapan agar semangat persatuan, gotong royong, rasa syukur dan penghormatan kepada warisan leluhur terus berlayar bersama generasi penerus di Bumi Benuanta. (dkisp)

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    OKP MPI Sulsel Minta Rutan Makassar Periksa Dua Warga Binaan Terkait Dugaan Pengendalian Narkotika

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Belajar dari Mojokerto, Sekprov Ingin Pariwisata Kaltara Jadi Mesin Baru PAD

    Xiao huli 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Soroti Beban Belanja Pegawai APBD Sinjai 2026, Mahasiswa Endus Dugaan Maladministrasi dan Potensi Korupsi

    Arrang Saz 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    SMSI Kaltara Dukung Penuh Porwada II di Nunukan, Perkuat Sinergi Perusahaan Pers, Wartawan dan Pemerintah

    BeritaBenua.com 6 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    HUT Bhayangkara ke-80, GMNI Sinjai Dorong Polri Perkuat Reformasi dan Kepercayaan Publik

    Arrang Saz 7 hari lalu

    Baca
    Saat Padaw Tuju Dulung Berlayar, Semangat Budaya Kaltara Ikut Mengarungi Laut - Berita Benua