TANJUNG SELOR, Beritabenua.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) didorong membangun kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kolaboratif dan berorientasi pada hasil untuk menghadapi perubahan serta tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg Disorot, PMII Sulsel Desak Evaluasi Distribusi
Arrang Saz • sekitar 3 jam lalu
Berita Terkini
Tawarkan Energi Baru untuk Karang Taruna Sinjai, Ini Profil Iksan Bil Nazhari
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di lingkungan Pemprov Kaltara Tahun 2026 yang berlangsung secara daring dari Ruang Rapat Sekprov Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (13/8).
LPG dan BBM Langkah Di Sulsel, Presiden Mahasiswa UIT Makassar Soroti Kinerja Pemerintah
NURrr Aminn • 2 hari lalu
Berita Terkini
BEM UIT Resmi Dilantik untuk Periode 2026–2027, Usung Gerakan Mahasiswa Progresif dan Berdampak
NURrr Aminn • 3 hari lalu
Berita Terkini
Dalam kegiatan tersebut, Sekprov Denny menyampaikan materi Isu Strategis dan Kepemimpinan Kinerja. Ia menekankan pentingnya transformasi organisasi dari birokrasi yang kaku menjadi organisasi yang lebih lincah, mampu bekerja sama, dan fokus pada hasil.
“Transformasi organisasi harus membawa perubahan menuju birokrasi yang lebih lincah, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil,” kata Denny.
Denny menjelaskan, organisasi pemerintahan harus mampu berubah menjadi lebih baik saat ini dan terus meningkatkan kapasitas untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Organisasi yang lincah dinilai menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Untuk menghadapi perkembangan yang semakin cepat, ASN juga perlu menguasai sejumlah keterampilan penting. Denny menyebut 10 keterampilan yang dibutuhkan, yaitu literasi digital, literasi data, berpikir kritis, kecerdasan emosional, kreativitas, kolaborasi, fleksibilitas, kepemimpinan, manajemen waktu, serta rasa ingin tahu dan kemauan belajar secara berkelanjutan.
Selain keterampilan, Denny mengingatkan pentingnya integritas, kemampuan membangun jejaring, dan sikap pantang menyerah dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Ia juga mendorong peserta PKA membangun _growth mindset_ atau pola pikir berkembang agar mampu melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Mindset yang tepat akan membentuk cara berpikir, sikap, dan tindakan kita dalam menghadapi tantangan, sehingga kita bisa terus tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Di akhir paparannya, Denny mengajak peserta memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis digital, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, reformasi birokrasi harus diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel dan mampu memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung visi Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.
“Setiap pejabat administrator adalah agen perubahan yang menggerakkan transformasi, mewujudkan pelayanan publik yang unggul dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dkisp)





