SINJAI, Beritabenua - Warga Sinjai Barat sebelumnya mengeluhkan lambannya penanganan Dinas Peternakan, perihal banyaknya ayam peliharaan yang diduga mati akibat terserang virus flu burung.
Sudah Dilaporkan ke Dinas Tapi Belum Ditindak, Akhirnya Puluhan Ayam Warga di Sinjai Barat Mati Diduga Akibat Flu Burung
BeritaBenua.com • 1 hari lalu
Berita Terkini
Dari Ruang Redaksi ke Gedung DPRD Sinjai, Profil Perjalanan Muhammad Ridwan
Arrang Saz • 1 hari lalu
Berita Terkini
Peristiwa itu terjadi di Desa Terasa, Desa Bonto Salama hingga di Desa Arabika, (11/10/2026).
Dugaan Perampasan Lahan Warga Rante Balla, PBHI Sulsel Desak DPRD Panggil PT Masmindo
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Mujahid Turaihan Maju Calon Koordinator Pusat BEM PTMAI, Bawa Gagasan Strategis untuk Bangsa
Arrang Saz • 4 hari lalu
Berita Terkini
Beberapa hari lalu, warga melaporkan kejadian tersebut, namun pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai baru hari ini turun melakukan pencegahan. Minggu (11/10/26).
Sekaligus menindak lanjuti laporan warga dengan melakukan penyemprotan disenfeksi kandang ayam dan sekitarnya.
"Hari ini kami berupaya melakukan penyemprotan disinfektan dari kandang ke-kandang guna menindak lanjuti laporan yang masuk beberapa hari lalu” Kata Iswandi.
Iswandi berap dengan penyemprotan ini bisa mengurangi bahkan bisa memutus rantai penyebaran yang diduga virus flu burung.
Diketahui, hingga hari ini sudah 110 ekor kematian ayam yang menyebar di tiga Desa di Sinjai Barat yaitu Desa Terasa, Bonto Salama, dan Desa Arabika.
Sebelumnya diberitakan, “Per hari ini terlapor di Desa Terasa sudah kurang lebih 70 ekor sedangkan di Desa Bonto Salama sudah 20 ekor“ kata warga Desa Terasa, Syamsul. Sabtu (10/10).
Lanjut Syamsul, menerankan, parahnya hingga hari ini belum ada tindakan dari Dinas Peternakan, meskipun kata dia, data kematian massal tersebut sudah terlapor sejak beberapa hari lalu.
"Hingga hari ini belum ada tindakan dari teman di kantor Dinas Peternakan meskipun data kematian massal ini sudah kami laporkan” lanjutnya.





