WFH ASN Berlaku di Sinjai, HMI Soroti Kesiapan Daerah dan Resiko Gangguan Pelayanan Publik

BeritaBenua.com —
Arrang SazPenulis
Gambar Sampul

SINJAI, Beritabenua–Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai diterapkan secara luas sejak 1 April 2026, resmi diberlakukan di Kabupaten Sinjai pada 3 April 2026.

‎Kabid PTKP HMI Cabang Sinjai, Israndi Musda, memberikan sorotan terhadap implementasi kebijakan tersebut, khususnya dalam konteks daerah, Senin/6/4/2026.

Lihat Juga

‎Menurut Israndi, WFH merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong efisiensi birokrasi sekaligus membangun budaya kerja baru berbasis digital. Dari sisi tujuan, kebijakan ini dinilai memiliki dampak positif, terutama dalam efisiensi anggaran.

‎“WFH diharapkan bisa menekan biaya operasional kantor, seperti penggunaan listrik dan pengurangan perjalanan dinas. Ini juga bagian dari refocusing anggaran agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Lihat Juga

‎Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional. Ia menilai, pengurangan mobilitas ASN—terutama pada hari-hari dengan intensitas tinggi seperti Jumat, dapat berkontribusi terhadap efisiensi penggunaan BBM.

‎Namun demikian, Israndi menegaskan bahwa tujuan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan daerah agar tidak menimbulkan dampak negatif, khususnya dalam pelayanan publik.

‎Ia menyoroti masih terbatasnya infrastruktur digital di sejumlah wilayah di Sinjai, yang berpotensi menghambat efektivitas kerja ASN selama WFH.

‎“Kalau jaringan internet tidak stabil, tentu ini akan berdampak pada kinerja dan pelayanan. Masyarakat bisa dirugikan jika layanan menjadi lambat,” jelasnya.

‎‎Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa masyarakat di daerah masih sangat bergantung pada layanan tatap muka. Karena itu, penerapan WFH perlu dilakukan secara selektif.

‎‎Israndi juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap ASN selama menjalankan WFH. Menurutnya, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada komitmen individu serta sistem kontrol dari masing-masing instansi.

‎“WFH ini bukan sekadar soal bekerja dari rumah, tapi bagaimana memastikan produktivitas tetap terjaga dan pelayanan publik tidak terganggu,” tegasnya.

‎Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan sistem kerja hybrid, khususnya bagi ASN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

‎“Jangan sampai kebijakan yang tujuannya efisiensi justru menimbulkan masalah baru. Pelayanan publik tetap harus jadi prioritas,” pungkasnya.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    Jurnalis Sinjai FC Tampil Spartan, Buat UIAD FC Bertekuk Lutut

    Arrang Saz sekitar 7 jam lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Bupati Siap Jadi Ketua Dewan Penasehat Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    AKP Andi Rahmatullah Jadi Lulusan Terbaik PPs S3 UNM

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Warga di Sinjai Tertimpa Musibah Kebakaran, HIMAS Morowali Salurkan Bantuan

    BeritaBenua.com 3 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    HWDI Sulsel dan AMAN SulSel Dorong Pelibatan Disabilitas dalam Kebijakan Daerah di Sinjai

    BeritaBenua.com 4 hari lalu

    Baca