MAKASSAR, Beritabenua.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (HIMASKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto, Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, pada 17–21 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan program akademik berbasis lapangan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas keilmuan mahasiswa melalui kajian langsung terhadap jejak sejarah, sistem sosial, serta dinamika kebudayaan masyarakat adat.
Dugaan Pemerasan Warga Jeneponto, JAN Sulsel Resmi Lapor dan Siapkan Gelombang Aksi
BeritaBenua.com • 2 hari lalu
Berita Terkini
PMII Sinjai Dukung Hak Interpelasi DPRD dan Dorong Penggunaan Hak Angket Jika Pemerintah Daerah Tidak Kooperatif
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Umum HIMASKI, Muh. Ainul Yaqin Azis, dengan koordinasi Steering Committee oleh M. Dios Fawwas Ghiffari. Pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, dokumentasi situs bersejarah, wawancara dengan pemangku adat, serta diskusi tematik terkait perkembangan sosial-budaya masyarakat Onto dalam perspektif historis.
Perkuat Ketahanan Wilayah, Pusterad Libatkan Awak Media dalam Pembinaan Teritorial di Kodim 1424 Sinjai
Arrang Saz • 2 hari lalu
Berita Terkini
Rezim Prabowo-Gibran Disebut Tak Berpihak pada Rakyat, Gerakan Solidaritas Mahasiswa Merdeka Demo di Makassar
BeritaBenua.com • 3 hari lalu
Berita Terkini
Koordinator Steering Committee, M. Dios Fawwas Ghiffari, menjelaskan bahwa Kawasan Adat Onto dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan budaya yang signifikan dalam sejarah masyarakat Bantaeng. Kawasan ini dinilai masih mempertahankan berbagai tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun serta menjadi sumber pengetahuan yang penting bagi pengembangan kajian sejarah dan kebudayaan lokal.
Sementara itu, Ketua Umum HIMASKI, Muh. Ainul Yaqin Azis, menegaskan bahwa kegiatan Jelajah Sejarah merupakan bagian dari upaya strategis organisasi dalam mendekatkan mahasiswa pada sumber-sumber sejarah yang hidup di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa pembelajaran sejarah tidak cukup dilakukan secara teoritis di ruang kelas, melainkan perlu diperkuat melalui pengalaman empiris di lapangan agar mahasiswa mampu memahami relasi antara warisan budaya, tradisi sosial, dan dinamika perkembangan peradaban lokal.
Secara konseptual, kegiatan ini menegaskan pendekatan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori akademik dengan realitas empiris di masyarakat. Kawasan Adat Onto dipilih sebagai locus kajian karena memiliki signifikansi historis serta keberlanjutan praktik tradisi yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Bantaeng.
Melalui interaksi langsung dengan komunitas adat, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai struktur sosial, nilai-nilai budaya, serta mekanisme pewarisan tradisi di tengah arus modernisasi. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi basis pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi akademik dalam upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal.
Kegiatan Jelajah Sejarah ini sekaligus merefleksikan komitmen HIMASKI dalam mengembangkan program keilmuan yang berbasis riset lapangan, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pelestarian dan pengembangan warisan budaya dalam kerangka akademik dan sosial.





