MAKASSAR, Beritabenua - BEM Universitas Indonesia Timur (UIT) bersama BEM sejajaran menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Aksi yang dimulai pukul 14.30 WITA tersebut berlangsung di dua titik, yakni Pertigaan Hertasning–Pettarani dan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Aksi ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperingati semangat perjuangan pemuda sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi fokus gerakan. Namun, dalam pelaksanaannya, aksi sempat diwarnai bentrokan antara massa aksi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mengakibatkan kericuhan di lokasi.
Ketua BEM FH UMI: Persatuan Mahasiswa Harus Diutamakan dalam Momen Sumpah Pemuda
BeritaBenua.com • 4 hari lalu
Berita Terkini
BRI Sinjai Gelar Jumat Bersih di Taman Karampuang, Wujud Kepedulian Lingkungan
Tim Lapangan • 6 hari lalu
Berita Terkini
Jenderal Lapangan aksi sekaligus Presiden Mahasiswa BEM UIT Makassar, Muh. Taufiq, menyampaikan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, melainkan juga bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengawal berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Aksi ini merupakan momentum memperingati Sumpah Pemuda sekaligus membawa beberapa tuntutan yang menjadi fokus gerakan aksi kali ini. Bagi kami, Sumpah Pemuda bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki tanggung jawab untuk mengawal persoalan bangsa dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Hutan Terbakar, Izin Dicabut: Dr. Andi Cibu Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan
BeritaBenua.com • 6 hari lalu
Berita Terkini
DPD Tani Merdeka Indonesia Kunjungi Pabrik Porang di Sinjai, Sinyal Kuat Bagi Petani
BeritaBenua.com • 6 hari lalu
Berita Terkini
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai bagian dari kekuatan kontrol sosial dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui keberanian menyampaikan aspirasi, menjaga persatuan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Peristiwa kericuhan yang terjadi di tengah aksi turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum. Dalam situasi tersebut, penghormatan terhadap hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi serta pendekatan pengamanan yang persuasif menjadi hal penting guna mencegah terjadinya bentrokan.
Melalui aksi ini, BEM UIT dan BEM sejajaran menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kebangsaan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 diharapkan terus hidup dalam perjuangan mahasiswa untuk mendorong perubahan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.





