Isu Tambang Kian Hangat di Sinjai, GERMAB Menolak Keras

BeritaBenua.com —
BeritaBenua.comPenulis
Gambar Sampul

SINJAI, Beritabenua- Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Bersatu (GERMAB) juga turut andil bersuara menolak secara keras adanya wacana aktivitas pertambangan di Kabupaten Sinjai.

Menurutnya, tambang punya dampak yang luas dan tentu akan menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Setiap sebab tentu punya akibat, sama seperti kegiatan yang hari ini sedang direncanakan, sangat sulit menilai apakah usaha ini mampu memberikan kebaikan untuk persyarikatan atau justru masyarakat akan dihadapkan dengan kesengsaraan", kata ketua GERMAB, Syahir. Senin (16/6/25).

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dalam aktivitas pertambangan tentu akan merusak lingkungan termasuk rusaknya sumber air.

"Ini sangat perlu untuk kita jadikan atensi dari efek tambang itu sendiri, seperti tergerusnya lahan warga masyarakat dalam memupuk padi serta berapa sumber air yang harus tertutupi," tutup Syahir.

Dikabarkan, aktivitas pertambangan yang dikhawatirkan oleh banyak pihak telah mengantongi izin sejak 2013 silam, dan akan beroperasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Sinjai.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    Disebut Dekat Dengan Pejabat, HMI Cabang Makassar Desak Audit Seluruh Dapur MBG yang Dikelola Yasika Group

    BeritaBenua.com sekitar 12 jam lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Jaga Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Industri, BPOM Tindak Gudang Kosmetik Ilegal

    BeritaBenua.com 1 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Ketua BEM Hukum UMI Minta Kepala BGN Sulsel dan Korwil Makassar Dievaluasi Pasca Penetapan Tersangka Dadan Hindayana

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    PC PMII Sinjai Desak Audit Nasional SPPG dan Mitra MBG Usai Kasus Korupsi BGN

    Arrang Saz 3 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Resmi Mencalonkan Diri, Taufik–Anugrah Mantapkan Langkah Menuju Pilpresma UIT 2026–2027

    Nur Amin 3 hari lalu

    Baca