SINJAI, Beritabenua—Potret warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dihadapkan pada persoalan klasik sulitnya akses jalan menuju fasilitas kesehatan. Selasa 9/6/2026.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sejumlah warga terpaksa ditandu oleh keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis karena kendaraan, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau permukiman mereka.
Viral Anak Ditandu 2 Kilometer di Sinjai Barat, Warga Soroti Akses Jalan dan Layanan Kesehatan
Arrang Saz • sekitar 2 jam lalu
Berita Terkini
PC PMII Sinjai Desak Audit Nasional SPPG dan Mitra MBG Usai Kasus Korupsi BGN
Arrang Saz • 5 hari lalu
Berita Terkini
Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (9/6/2026) saat seorang anak perempuan bernama Putri (11) harus ditandu sejauh kurang lebih dua kilometer menuju titik penjemputan ambulans.
Kondisi jalan yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat membuat warga bergotong royong membawa korban menggunakan tandu darurat agar bisa memperoleh penanganan medis.
Lagi-Lagi Warga Sinjai Barat Tandu Pasien Sakit Lewati Jalan Rusak Demi Dapat Pengobatan
Arrang Saz • 7 hari lalu
Berita Terkini
Peta Persaingan Ketua KNPI Sinjai Mulai Terbaca, Tiga Kader HMI Maju Bertarung
Arrang Saz • 15 hari lalu
Berita Terkini
Sebelumnya, pada Senin (1/6/2026), warga juga menandu seorang perempuan bernama Ranti (22) yang membutuhkan pengobatan lanjutan ke Makassar. Keluarga bersama warga terpaksa membawa korban secara manual karena akses jalan menuju rumahnya tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Kasus serupa juga terjadi pada tahun 2025. Seorang warga bernama Ramlah (22) yang mengalami pendarahan pascamelahirkan harus ditandu sekitar dua kilometer karena ambulans tidak dapat mencapai lokasi rumahnya akibat jalan rusak dan berlumpur.
Sementara pada tahun 2024, warga bernama Asdar mengalami luka serius pada bagian betis setelah kecelakaan kerja saat membelah batu. Korban sempat diupayakan dibawa menggunakan sepeda motor, namun karena kondisi jalan yang sulit dilalui, warga akhirnya ditandu menggunakan sarung dan bambu sejauh sekitar satu kilometer menuju akses transportasi yang lebih memungkinkan.
Berulangnya kejadian warga ditandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi gambaran masih terbatasnya akses infrastruktur dasar di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Sinjai.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan terhadap pemerataan pembangunan, khususnya akses jalan dan layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Masyarakat menilai akses jalan yang layak tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi faktor penentu cepat atau lambatnya warga memperoleh pertolongan medis dalam kondisi darurat.
Masyarakat juga menagih realisasi visi dan misi Bupati Sinjai yang mengusung program "Ramah Infrastruktur" sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Program tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan keterisolasian sejumlah wilayah, termasuk akses jalan menuju Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat.
Berulangnya kasus warga yang harus ditandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dinilai menjadi indikator bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius. Warga berharap program Ramah Infrastruktur tidak hanya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Bagi masyarakat Dusun Tonrong, pembangunan jalan yang layak bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga. Akses jalan yang memadai akan mempermudah ambulans dan tenaga kesehatan menjangkau masyarakat, sehingga kasus pasien yang harus ditandu berulang kali tidak lagi terjadi di masa mendatang.
Terulangnya kasus serupa dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa persoalan akses kesehatan dan infrastruktur di Dusun Tonrong belum sepenuhnya teratasi, sehingga warga masih harus mengandalkan gotong royong dan tenaga manusia ketika menghadapi situasi darurat kesehatan.





