PERMASI Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Sinjai, Soroti Dugaan Represif dan Kasus Korupsi Ceklok

BeritaBenua.com —
Arrang SazPenulis
Gambar Sampul

SINJAI, Beritabenua--Pergerakan Mahasiswa Aksi Solidaritas Indonesia (PERMASI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulawesi Selatan, Rabu 10/9/2025. Dalam aksinya, mahasiswa menilai Kapolres Sinjai gagal menjaga marwah institusi kepolisian lantaran sejumlah persoalan hukum yang dinilai tidak tertangani dengan baik.

‎Dalam pernyataannya, PERMASI menyoroti tiga isu utama yang dinilai mencerminkan lemahnya kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Sinjai. Pertama, tindakan represif terhadap massa aksi yang bahkan disebut melibatkan Kapolres Sinjai secara langsung.

Lihat Juga

‎Kedua, mandeknya penanganan dugaan korupsi mesin ceklok ASN Sinjai yang hingga kini belum memiliki kepastian hukum. Ketiga, maraknya praktik mafia BBM yang merugikan masyarakat kecil namun tak kunjung diberantas.

undefined

Atas dasar itu, PERMASI menyampaikan lima tuntutan, yakni:

‎1. Mendesak Kapolda Sulsel segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres Sinjai apabila terbukti bersalah.

‎2. Mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi mesin ceklok ASN Sinjai secara transparan, termasuk mengusut dugaan keterlibatan Sekda Sinjai.

‎3. Mendesak penindakan tegas terhadap praktik mafia BBM yang melibatkan oknum aparat maupun pengusaha.

‎4. Meminta Mabes Polri turun tangan jika Polda Sulsel dianggap tidak serius menindaklanjuti kasus tersebut.

‎5. Menuntut Polri menjamin kebebasan berpendapat dan menghentikan tindakan represif terhadap masyarakat.

‎Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Iptu Hardianto yang menyatakan bahwa isu yang diangkat PERMASI sudah jelas dan akan diteruskan ke pihak kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎

‎“Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penghitungan jumlah kerugian negara,” ujarnya.

‎Sementara itu, Korlap aksi, Dem, menegaskan mahasiswa tidak akan berhenti bersuara sebelum penegakan hukum di Sinjai benar-benar ditegakkan.‎

“Jika aparat penegak hukum terus main mata dengan para pelaku korupsi dan mafia BBM, maka jangan salahkan mahasiswa turun dengan gelombang massa lebih besar,” tegasnya.

‎Aksi ini, menurut PERMASI, merupakan komitmen mahasiswa untuk tetap berada di garda terdepan dalam mengawal demokrasi serta menuntut penegakan hukum yang adil di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Sinjai.

Terkait dugaan pemukulan oleh Kapolres Sinjai, Iptu Hardianto memberikan bantahan.

‎“Bukan massa aksi yang dipukul, tetapi justru petugas kami sendiri. Jadi informasi itu perlu diluruskan,” jelasnya.

    Berita Terkait

    Cover
    Berita Terkini

    Dugaan Pungli CPNS FIKK UNM, ISMS Minta Polda Buka Kasus dan Periksa Aktor

    BeritaBenua.com 2 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Polemik RSI Faisal, Diduga Punya Hutang dan Mark Up

    BeritaBenua.com 3 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Aksi jilid V, Dugaan Indikasi Korupsi Pembangunan PAUD Negeri Tamalate, Hingga Upaya Melindungi Pelaku oleh Kejati Sulsel

    BeritaBenua.com 3 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Jelang Hari Buruh: Adnan Rijal Diduga Diberhentikan Sepihak Tanpa Hak Usai Tujuh Tahun Kerja

    BeritaBenua.com 4 hari lalu

    Baca
    Cover
    Berita Terkini

    Dr Andi Cibu: Putusan MK 123/2025 Pertegas Batas Penerapan UU Tipikor dalam Kasus Sektoral

    BeritaBenua.com 7 hari lalu

    Baca